Senin, 27 Maret 2017

PERENCANAAN SERTA TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN





PERANCANAAN
Sering dikatakan bahwa jika orang gagal membuat rencama, maka dia merencanakan kegagalan. Kali ini saya akan membahas tentang apa itu perencanaan instruksional dan kerangka waktu dari perencanaan.

Perencanaan instruksional

Perencanaan instruksional adalah pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untuk merencanakan pelajaran. Guru perlu menentukan seperti apa dan bagaimana mereka akan mengajar. Walau terkadang beberapa momen instruksional yang baik terjadi spontan, pelajaran masih harus tetap direncanakan dengan cermat. Perencaan instruksional mungkin diwajibkan oleh sekolah.

Kerangka waktu
Anda perlu membuat rencana untuk rentang waktu yang berbeda, mulai dari tahunan sampai harian.
Walaupun perencanaan adalah dimensi utama dari pengajaran yang sukses, jangan terlalu banyak menyusun rencana. Susunlah recana yang rapid an jalankan, tetapi berlakulah fleksibel.



PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN TEACHER-CENTERED

Perencanaan pelajaran teacher-centered

Menciptakan sasaran behavioral. Sasaran behavioral (behavioral objectives) adalah pernyataan tentang perubahan yang diharapkan oleh guru akan terjadi dalam kinerja murid. Menurut Robert mager (1962), sasaran behavioral harus mengandung tiga bagian:
·         Perilaku murid
·         Kondisi di mana perilaku terjadi
·         Kriteria kerja

Menganalisis tugas. Alat lai dalam perencanaan teacher-centered adalah analisis tugas, yang difokuskan pada pemecahan suatu tugas kompleks yang dipelajari murid menjadi komponen-komponen.
Menyusun taksonomi instruksional. Taksonomi adalah sisten klasifikasi. Taksonomi bloom dikembangkan oleh Benjamin Bloom dan kawan0kawannya (1956). Taksonomi ini mengklasifikasikan sasaran pendidikan menjadi tiga domain : kognitif, afektif dan psikomotor.
⧭Domain kognitif, dapat dipakai saat penilaian perencanaan dan  mengandung enam sasaran yaitu :
·         Pengetahuan
·         Pemahaman
·         Aplikasi
·         Analisis
·         Sintesis
·         Evaluasi

⧭Domain afektif, terdiri dari lima sasaran yang berhubungan dengan emosional terhadap tugas dan mengandung lima sasaran yaitu :
·         Penerimaan
·         Respons
·         Menghargai
·         Pengorganisasian
·         Menghargai karakterisasi

⧭Domain psikomotor, sasarannya menurut Bloom adalah :
·        Gerak reflex
·         Gerak fundamental dasar
·         Kemampuan perseptual
·         Kemampuan fisik
·         Gerakan terlatih
·         Perilaku nondiskusif


Instruksi langsung

Instruksi langsung (direct instruction) adalah pendekatan teacher-centered yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan dan control guru, ekspektasi guru yang tinggi atas kemajuan murid, maksimalisasi waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-tugas akademik, dan usaha oleh guru untuk meminimalkan pengaruh negative terhadap murid. Tujuannya adalah memaksimalkan waktu belajar murid.

Strategi instruksional teacher-centered

Mengorientasikan. Sebelum menyajikan dan menjelaskan materi baru, susunlah kerangka pelajaran dan orientasikan murid ke materi baru tersebut.

Advanced organizer adalah aktivitas dan teknik pengajaran dengan membuat kerangka pelajaran dan mengorientasikan murid pada materi sebelum materi itu diajarkan. Advanced organizer terdiri dari dua bentuk yaitu : 1. Expository advanced organizer memeberi murid pengetahuan baru yang akan mengorientasikan mereka ke pelajaran yang akan datang. 2. Comparative advance organizer memperkenalkan materi baru dengan mengaitkannya dengan apa yang sudah diketahui murid.

Pengajaran, penjelasan, dan demonstrasi. Pengejaran dengan paparan/ ceramah (lecturing), penjelasan dan demonstrasi adalah aktivitas yang biasa dilakukan guru dalam pendekatan instruksi langsung. Kadang-kadang kita bosan diberi penjelasan, tetapi kadang-kadang kita tertarik dengan suatu penjelasan guru dan banyak belajar dari penjelasan itu.

Pertanyaan dan diskusi. Diskusi dan pertanyaan perlu diintgrasikan ke dalam pendekatan instruksi techer-centered.

Mastery learning (pembelajaran penguasaan materi) adalah pembelajaran satu konsep atau topic secara menyeluruh sebelum pindah ke topic yang lebih sulit. Hasil dari mastery learning tergantung pada keahlian guru dalam merencanakan  dan melaksanakan strateginya.

Seatwork (“tugas di bangku kelas”) adalah menyuruh semua murid atau sebagian besar murid untuk belajar sendiri-sendiri di bangku mereka. Beberapa guru menggunakannya setiap hari, tetapi ada juga yang jarang.

Pekerjaan rumah. Keputusan instruksional penting lainnya adalah seberapa banyak dana pa jenis pekerjaan rumah yang harus diberikan kepada murid. Pekerjaan rumah harus berhubungan dengan aktivitas kelas hari berikutnya agar pekerjaan rumah itu punya makna, bukan tugas yang membuat mereka sengsara.

PERENCANAAN DAN INSTRUKSI PELAJARAN LEARNED-CENTERED

Prinsip learned-centered
Instruksi dan perencanaan learned-centered adalah pada siswa, bukan guru. Prinsip learned-centered yang dikembangkan oleh gugus tugas Amerika Psychological Association (APA) dapat diklasifikasikan berdasarkan empat factor yaitu :

⧭Factor kognitif dan metakognitif, memiliki enam prisip yaitu :
·         Sifat proses pembelajaran
·         Tujuan proses pembelajaran
·         Konstruksi pengetahuan
·         Pemikiran strategis
·         Memikirkan tentang pemikiran (metakognisi)
·         Konteks pembelajaran

⧭Factor motivasi dan emosional, memiliki tiga prinsip yaitu :
·         Pengaruh motivasi dan emosi terhadap pembelajaran
·         Motivasi intrinsic untuk belajar
·         Efek motivasi terhadap usaha

⧭Factor sosial dan developmental, memiliki dua prinsip yaitu :
·         Pengaruh perkembangan pada pembelajaran
·         Pengaruh sosial terhadap pembelajaran

⧭Factor perbedaan individual, memiliki tiga prinsip yaitu :
·        Perbedaan individual dalam pembelajaran
·        Pembelajaran dan diversitas
·        Standar dan penilaian

Beberapa strategi instruksional learned-centered

Pembelajaran berbasis problem, menekankan pada pemecahan problem kehidupan nyata dan akan memberi problem riil kepada murid, yakni problem yang problem yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Fokusnya adalah pada suatu problem yang harus dipecahkan murid melalui kerja kelompok kecil.

Pertanyaan esensial adalah pertanyaan yang merefleksikan inti dari kurikulum, hal yang paling penting yang harus dieksplorasi dan dipelajari oleh murid. Pertanyaan esensial akan membuat murid bingung, menyebabkan mereka berpikir dan memotivasi rasa ingin tahu mereka.

Pembelajaran penemuan (discovery learning) adalah pembelajaran di mana murid menyusun pemahaman sendiri. Pembelajaran ini berhungungan dengan ide Piaget, yang pernah mengatakan bahwa setiap kali anda memeberi tahu murid, maka murid tidak belajar. Saat guru mulai menggunakan pembelajaran penemuan, mereka segera menyadari bahwa agar efektif, metode pengajaran ini perlu dimodifikasi dan akan memunculkan pembelajaran penemuan dengan bimbingan (guided discovery learning), dimana murid di dorong untuk menyusun sendiri pemahamannya, tetapi juga dibantu dengan pertanyaan dan pengarahan dari guru.

TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN

Revolusi teknologi
Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi di mana kita kini hidup. Teknologi telah menjadi bagian dari sekolah selama beberapa decade, tetapi teknologi masih dipakai secara sederhana dan berubah dengan lamban. Namun, kini teknologi berubah secara dramatis. Hanya ketika sekolah punya guru yang terlatih secara teknologislah, maka revolusi teknologi akan benar-benar mengubah sekolah-sekolah.

Internet

Internet adalah inti dari komunikasi melalui computer. System internet berisi ribuan jaringan computer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses murid.

World wide web (web) adalah system pengambilan informasi hypermedia yang menghubungkan berbagai materi internet; materi ini mencakup teks dan grafis web memberi struktur yang dibutuhkan internet. Website adalah lokasi individu atau organisasi di internet. Website menampilkan informasi yang dimasukkan oleh individu atau organisasi.

E-mail adalah singkatan dari electronic mail dan merupakan bagian penting lain dari internet. Pesan dapat dikirim dan diterima dari individu atau dari banyak individu sekaligus.
Internet dapat menjadi alat penting untuk membantu murid belajar. Akan etapi, internet mengandung beberapa kelemahan. Namun, jika dipakai secara efektif, internet bisa memperluas akses ke pengetahuan dan orang di seluruh dunia.

Teknologi dan diversitas sosiokultural
Teknologi membawa beberapa isu sosial. Problem akses computer dan pemanfaatain banyaknya computer di rumah keluarga kelas menengah atas. Juga ada problem kesenjangan antarkelompok etnis.

Masa depan : computer di mana-mana
Beberapa pakar computer percaya bahwa generasi computer berikutnya-generasi ketiga- akan berupa ubiquitous computing, yang menekankan pada distribusi computer ke lingkungan, ketimbang ke personal. Unbiquitous adalah kebalikan dari realitas virtual. Jika realitas virtual menempatkan orang di dalam dunia yang diciptakan computer, ubiquitous computing akan memaksa komputir eksis di dunia manusia.

sumber :
Santrock, J.W. 2007. Psikologi Pendidikan (edisi kedua). (Penerj. Tri Wibowo B.S).
Jakarta: Kencana.

semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post saya selanjutnya ☺

BELAJAR




Apa yang disebut belajar dan yang bukan

Pembelajaran (learning) dapat didefinisikan sebagai pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir, yang diperoleh melalui pengalaman.
Tidak semua yang kita tahu itu diperoleh melalui belajar. Kita mewarisi beberapa kemampuan-kemampuan itu ada sejak lahir, tidak dipelajari. Misalnya, kita tidak harus diajari untuk menelan makanan, berteriak, atau berkedip saat silau.

Pendekatan untuk pembelajaran

➤Behavioral
Penekanan pada pengalaman, terutama penguatan dan hukuman, sebagai determinan dari pembelajaran dan perilaku.

 ➤Kognitif sosial
Penekanan pada interaksi factor perilaku, lingkungan, dan orang (kognitif) sebagai determinan pembelajaran.

➤Pemrosesan informasi
Penekanan pada bagaimana anak memproses informasi melalui perhatian (atensi), memori, pemikiran dan proses kognitif lainnya.

➤Konstruktivis kognitif
Penekanan pada konstruksi kognitif dari pengetahuan dan pemahan.

➤Konstruksivis sosial
Penekanan pada kolaborasi dengan orang lain untuk menghasilkan pengetahuan dan pemahaman.

PENDEKATAN BEHAVIORAL UNTUK PEMBELAJARAN

Pengkondisian klasik (Tokoh : ivan Pavlov)
Adalah tipe pembelajaran di mana suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. Dalam pengkondisian klasik, stimulus netral (seperti melihat seseorang) diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna (seperti makanan) dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan respons yang sama. Unconditioned stimulus (US) adalah sebuah stimulus yang secara otomatis menghasilkan respons tanpa ada pembelajaran terlebih dahulu. Unconditioned response (UR) adalah respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US. Conditioned stimulus (CS) adalah stimulus yang sebelumnya netral yang akhirnya menghasilkan conditioned response setelah diasosiasikan dengan US. Conditioned response (CR) adalah respons yang dipelajari.



Pengkondisian klasik membantu kita memahami beberapa aspek pembelajaran dengan lebih baiik. Cara ini membantu menjelaskan bagaimana stimuli netral menjadi diasosiasikan dengan respons yang tak dipelajari dan sukarela.

Pengkondisian operan (Tokoh : B.F. Skinner dan E.L. Thorndike)
Hukum efek (law effect) thorndike menyatakan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil negative akan diperlemah.

Pengkondisian operan skinner
Penguatan (imbalan) (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Hukuman (Punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.
Dalam penguatan positif, frekuensi   respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Sedangkan dalam penguatan negative, frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan).
Yang perlu diingat adalah, dalam penguatan positif ada sesuatu yang ditambahkan atau diperoleh, dalam penguatan negative ada sesuatu yang dikurangi atau dihilangkan dan penguatan negative meningkatkan probabilitas terjadinya suatu perilaku, sedangkan hukuman menurunkan probabilitas terjadinya perilaku.




PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN

Teori kognitif sosial (Tokoh : Albert Bandura)
Menyatakan bahwa bahwa factor sosial dan kognitif, dan juga factor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran.
Perhatikan bagaimana model Bandura dalam kasus perilaku akademik murid sekolagh menengah yang kita sebut saja sebagai Nila.
·         Kognisi memengaruhi perilaku.
Nila menyususn strategi kognitif untuk berpikir secara lebih mendalam dan logis tentang cara menyelesaikan suatu masalah.
·         Perilaku memengaruhi kognisi.
Proses (perilaku) belajar nila membuatnya mendapat nilai baik, yang pada gilirannya menghasilkan ekspektasi positif tentang kemampuannya dan membuat dirinya percaya diri (kognisi).
·         Lingkungan memengaruhi perilaku.
Sekolah tempat nila belajar baru-baru ini mengembangkan program percontohan keterampilan-belajar untuk membantu murid belajar cara mengelola waktu.
·         Perilaku memngaruhi lingkungan.
Program keterampilan-belajar ini berhasil meningkatkan perilaku akademik banyak murid di kelas nila.
·         Kognisi memengaruhi lingkungan.
Ekspektasi dan perencanaan dari kepala sekolah dan para guru memungkinkan program keterampilan-belajar itu terwujud.
·         Lingkungan memengaruhi kognisi.
Sekolah tersebut mendirikan usat sumber daya dimana murid dn orang tua dapat mencari buku dan materi tentang peningkatan keterampilan belajar. Layanan ini meningkatkan keteerampilan berpikir nila.




Pembelajaran observasional

Pembelajaran observasional juga dinamakan imitasi atau modeling, adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.

Model pembelajaran observasional kontemporer bandura
Memiliki proses sebagai berikut :
·        Atensi.
Sebelum murid dapat meniru tindakan model, mereka harus memerhatikan apa yang dilakukan atau dikatakan si model. Atensi pada model dipengaruhi beberapa karakteristik. Misalnya orang yang ramah dan hangat akan lebih diperhatikan ketimbang orang yang dingin dan kaku.
·        Retensi.
Untuk memproduksi tindakan model, murid harus mengodekan informasi dan menyimpannya dalam ingatan (memori) sehingga informasi itu bisa diambil kembali.
·         Produksi.
Anak mungkin memerhatikan model dan mengingat apa yang mereka lihat, tetapi, karena keterbatasan dalam kemampuan geraknya, mereka tidak bisa mereproduksi perilaku model. Belajar dan berlatih serta berusaha dapat membantu untuk meningkatkan kinerja motor mereka.
·         Motivasi.
Sering kali anak memperhatiikan apa yang dikatakan atau dilakukan model, menyimpan informasi dalam memori, dan memiliki kemampuan gerak untuk meniru tindakan model, namun tidak termotivasi untuk melakukannya.

Pendekatan perilaku kognitif dan regulasi diri

Pendekatan perilaku kognitif, penekanannya adalah untuk membuat murid memonitor, mengelola dan mengatur perilaku mereka sendiri, bukan mengontrol mereka melalui factor eksternal. Dan berusaha mengubah miskondepsi murid, memperkuat keahlian mereka dalam menangani sesuatu, meningkatkan control diri, dan mendorong refleksi diri yang konstruktif.

Metode instruksi-diri (self-instructional method) adalah sebuah teknik pguna mengajari individu untuk memodifikasi perilaku mereka sendiri. Metode ini membantu orang mengubah apa yang anggapan mereka tentang diri mereka sendiri.
Bayangkan sebuah situasi dimana murid sekolah menengah atas sangat gugup saat akan menempuh ujian standar, misalnya UN. Murid itu bisa diajak untuk berbicara kepada dirinya sendiri secara positif.

Pembelajaran regulasi diri adalah memunculkan dan memonitor sendiri pikiran, perasaan, dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan yang dapat berupa tujuan akademik atau tujuan sosioemosional. Guru, mentor, konselor, dan orangtua dapat membantu murid agar menjadi pembelajar regulasi diri.


sumber :
Santrock, J.W. 2007. Psikologi Pendidikan (edisi kedua). (Penerj. Tri Wibowo B.S).
Jakarta: Kencana.

semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post saya selanjutnya ☺

Sabtu, 18 Maret 2017

Pendidikan dan Tahap Perkembangan


Tahap perkembangan manusia dikaitkan dengan pendidikan. Perbedaan antara tk, sd, smp, sma, sampai perguruan tinggi.

Perkembangan anak sampai Remaja:

  1. MASA BAYI (0 – 2 tahun

Perkembangan Piaget : Tahap Sensori motorik
Kondisi Fisik dan panca indera berkembang cepat
Bayi membangun pemahaman tentang membangun dunia, dengan mengordinasikan pengalaman sensoris tindakan Fisik.
Implikasi yang dapat dilakukan adalah Menunjukkan kepada seorang bayi sebuah mainan yang menarik dan mengoyang goyangkan nya dihadapan si Bayi atau bisa menyembunyikan nya dibawah selimut dan biasanya bayi yang sudah mulai bisa merangkak akan berusaha mencari dan menyibakkan selimut tersebut.
Dari kognisi sensori motirik yang melibatkan kemampuan untuk menata dan mengoordinasi sensasi dengan gerakan fisik serta mengikutsertakan kesadaran akan objek yang kita berikan kepada si bayi.

  1. MASA KANAK-KANAK AWAL (2 – 6  tahun)

Masa negative (Trot Zalter)
Masa bermain :  occupied play, onlooker play, selftary dependent play , pararel play, associative Play , Cooperative play
Masa Meniru
Masa eksplorasi (rasa ingin tahu yang tinggi)
Tahap Piaget : Tahap praoperasional
-Belajar menggunakan bahasa
-cara berpikir egosentris
Tahap 1: Hukuman
Tahap 2: Ganjaran

Implikasi yang dapat di lakukan adalah Dengan membiarkan si anak bermain dan mengeksplorasi.
Di dalam bermain anak memiliki nilai kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang ia rasakan dan pikirkan. Dengan bermain, anak sebenarnya sedang mempraktekkan keterampilan dan anak mendapatkan kepuasan dalam bermain, yang berarti mengembangkan dirinya sendiri. Dalam bermain, anak dapat mengembangkan otot kasar dan halus, meningkatkan penalaran, dan memahami keberanaan lingkungannya, membentuk daya imajinasi, daya fantasi, dan kreativitas.
Merupakan ciri periode pra operasional yang ditemukan pada usia 2-7 tahun ditandai dengan bermain khayal dan bermain pura-pura. Pada masa ini anak lebih banyak bertanya dan menjawab pertanyaan, mencoba berbagai hal berkaitan dengan konsep angka, ruang, kuantitas dan sebagainya . Seringkali anak hanya sekedar bertanya, tidak terlalu memperdulikan jawaban yang diberikan dan walaupun sudah dijawab anak akan bertanya terus. Anak sudah menggunakan berbagai simbol atau representasi benda lain. Misalnya sapu sebagai kuda-kudaan, sobekan kertas sebagai uang dan lain-lain. Bermain simbolik juga berfungsi untuk mengasimilasikan dan mengkonsolidasikan pengalaman emosional anak. Setiap hal yang berkesan bagi anak akan dilakukan kembali dalam kegiatan bermain nya.
Dapat disimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berusia 2 – 6 tahun, yang berada pada tahap perkembangan awal masa kanak-kanak, yang memiliki karakteristik berpikir konkrit, realisme, sederhana, animism, sentrasi, dan memiliki daya imajinasi yang kaya.

  1. MASA KANAK-KANAK AKHIR

- Sejak 6 tahun sampai matang secara seksual (setara dengan usia tingkat sd)
- Pengaruh teman mulai dominan
- Mampu berpikir logis tentang objek dan kejadian
- Menguasai konvensi jumlah dan berat
- Mampu mengklarifikasikan objek
- Tingkat perkembangan Moral : Konvensional
Tahap 3 : Orientasi "Goodboy /girl
Tahap 4 : Orientasi otoritas
Menurut Erikson : Tahap industry vs inferiority ( rendah diri)
Tahap piaget : Tahap konkret operasional

Implikasi yang dapat di berikan adalah di dalam permainan
Pada usia 8-11 tahun anak lebih banyak terlibat dalam kegiatangames with rules dimana kegiatan anak lebih banyak dikendalikan oleh peraturan
Mengajarkan sang anak untuk bersikap lebih sportif , jujur , dan melatih fisik sang anak.
Usia rata-rata anak Indonesia saat masuk sekolah dasar adalah 6 tahun dari selesai pada usia 12 tahun. Kalau mengacu pada pembagian tahapan perkembangan anak, berarti anak usia sekolah berada dalam dua masa perkembangan, yaitu masa kanak-kanak tengah (6-9 tahun), dan masa kanak-kanak akhir (10-12 tahun).Anak-anak usia sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih muda. Ia senang bermain, senang melakukan sesuatu secara langsung. Oleh sebab itu, guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan, mengusahakan siswa berpindah atau bergerak, bekerja atau belajar dalam kelompok, serta memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembelajaran. 
Menurut Havighurst, tugas perkembangan anak usia sekolah dasar meliputi:
a. Menguasai keterampilan fisik yang perkembangan anak usia dalam permainan dan aktivitas fisik.
b. Membina hidup sehat.
c. Belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok.
d. Belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin.
e. Belajar membaca, menulis, dan berhitung agar mampu berpartisipasi dalam masyarakat.
f. Memperoleh sejumlah konsep yang diperlukan untuk berpikir efektif.
g. Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilaih.Mencapai kemandirian pribadi.
Dalam upaya mencapai setiap tugas perkembangan tersebut, guru dituntut untuk memberikan bantuan berupa:
a. Menciptakan lingkungan teman sebaya yang mengajarkan keterampilan fisik.
b. Melaksanakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bergaul dan bekerja dengan teman sebaya, sehingga kepribadian sosial nya berkembang.
c. Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman yang konkret atau langsungdalam membangun konsep.
d. Melaksanakan pembelajaran yang dapat mengembangkan nilai-nilai, sehingga siswa mampu menentukanpilihan yang stabil dan menjadi pegangan bagi dirinya. Pendidikan di SD merupakan jenjang pendidikan yang mempunyai peranan sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

  1. MASA REMAJA (ADOLESENCE)

Mulai usia 11 atau 12 sampai 18 atau 24 tahun
Perkembangan Fisik : Mengarah ke bentuk orang dewasa
Perkembangan Seksual : Mulai aktifnya hormon seksual "Heteroseksual " Tertarik pada lawan   jenis
Perkembangan Emosional : Emosi tidak stabil berubah-ubah, Mudah meledak
Perkembangan Kognitif   : Tahap Formal operasional
- Mampu berpikir logis secara abstral
- Menaruh perhatian tentang masa depan konsep ideologis dan membuat hipotesis pola pikir cenderung Egosentris
- Perkembangan identitas diri Identity Vs Role consfusional
-  Timbul pertanyaan siapa saya
- Ingin diakui dan cenderung mengikuti idola
- Perkembangan Moral "Kebanyakan tingkat konvensional namun sebagian sudah past konvensional
Tahap 5 : Orientasi kontak sosial
Tahap 6 : Orientasi asas etis
Implikasi yang dapat diberikan di bidang pendidikan adalah
Pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori – teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain.
Melihat masa remaja sangat potensial dan dapat berkembangke arah positif  maupun negatif maka intervensi edukatif dalam bentuk pendidikan, bimbingan, maupun pendampingan sangat diperlukan untuk mengarahkan perkembangan potensi remaja tersebut agar berkembang ke arah positif dan produktif. Rekomendasi : 
➜Masa remaja merupakan masa dimana individu mencari identitas atau jati dirinya, dalam fase ini remaja mengalami kesulitan dalam menjalani perkembangan sosialnya, agar remaja tidak terjerumus kedalam lingkungan sosial yang menyimpang, oleh sebab itu peran guru dan orang tua menjadi sangat penting dalam membantu remaja mengatasi hambatan- hambatan nya dalam kehidupan sosial nya.
➜Memberikan pelajaran tentang seks..
➜Memberikan ruang untuk anak remaja dalam mengembangkan bakat.
➜Dan mendapat pola pengawasan yang baik dari orang tua.


sumber  gambar: google 

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post selanjuutnnyaa ☺


Senin, 06 Maret 2017

Power Point Bab 12 Psikologi Pendidikan


Ini adalah Power Point kelompok 3 yang membahas tentang Perencanaan, Instruksi, dan Teknologi pada Psikologi Pendidikan.
Anggota - anggota pada kelompok 3 terdiri dari :
Ramadani Barus (16-007)
Wulan Azizah (16-012)
Hani Nur Yulianti (16-019)
Putri Ayuni (16-035)
Neforius Halawa (16-058)
Franisa M Ketaren (16 -060)
Glory Sepsi Sinaga (16-078)
Semoga Bermanfaat, dan sampai jumpa di postingan saya selanjutnya☺

Sabtu, 04 Maret 2017

Contoh pembelajaran classical conditioning, operant conditioning, dan cognitive


Belajar adalah "perubahan perilaku yang relatif permanen yang dibentuk melalui pengalaman" dan tidak semua perubahan perilaku merupakan hasil belajar serta perubahan perilaku yang dikarenakan obat, kelelahan, maturasi, dan luka BUKAN belajar.
Berikut ini adalah 3 tipe pembelajaran dan contohnya yang telah kelompok 3 rangkum dalam tugas Psikologi Pendidikan dengan anggota sebagai berikut:

⧪ Ramadani Barus (16-007)
⧪  Wulan Azizah (16-012)
⧪   Hani Nur Yulianti (16-019)
⧪  Putri Ayuni (16-035)
⧪  Neforius Halawa (16-058)
⧪  Franisa M Ketaren (16 -060)
⧪  Glory Sepsi Sinaga (16-078)


Ada 3 tipe pembelajaran yaitu :

1. Classical conditioning (pengkondisian klasik) 
Ivan Pavlov 

Classical conditioning berpendapat "suatu bentuk belajar dimana stimulus netral (CS) di pasangkan dengan stimulus alamiah (UCS)".
Tokoh : Ivan Pavlov

contoh :

➤Dulu saya pernah mendengar decitan ban mobil dari sebuah kecelakaan dan saya merinding. Namun sekarang ketika saya hanya mendengar decitan ban saja saya merasa merinding. (Hani Nur Yulianti)

➤Setiap pagi mama selalu berlangganan dengan tukan sayur. Si tukang sayur selalu naik sepeda motor. Pada hari hari pertama kali ,bapak tukang sayur selalu parkir tepat didepan rumah dengan suara khas motornya dan kemudian membunyikan klakson yang membuat mama keluar dari rumah untuk membeli sayur.Tapi hari hari berikutnya mendengar suara motornya si tukang sayur saja mama langsung keluar membeli tanpa si tukang sayur membunyikan klakson. UCS =klakson CS = suara motor   UCR dan CR = mama keluar rumah (Glory Sepsi Sinaga)

➤Sekitar 5 tahun yang lalu ayah saya membeli motor yang khusus buat ke kantor dan ke ladang saja karna berhubung kantor ayah saya dekat dengan rumah tempat kami tinggal (kira-kira 300 meter dari rumah). Jadi ayah saya membeli motor yang sudah model lama dan suaranya memang khas sekali. Jadi ketika ayah saya pulang kerja kami selalu membukakan pintu belakang untuknya. Kemudian ayah saya menggunakan motor barunya tersebut dengan suara yang khas kemudian setelah sampai dibelakang ia membunyikan klakson motor sebagai tanda minta dibukakan pintu. Nah kejadian ini berulang sampai beberapa kali. Namun, setelah beberapa kali melakukan hal itu pas akhirnya ayah tidak menggunakan klakson lagi karna takut mengganggu. Kemudian karna ayah tidak menggunakan klakson lagi dan saya pun terbiasa dengan suara motor ayah saya. Jadi, saya belajar untuk mengenal suara motor ayah saya dan langsung membuka pintu tanpa adanya tanda bunyi klakson. (Franisa M Ketaren )

➤Pada waktu saya masih di sekolah dasar, kami memelihara ayam kampung yang kami tempatkan di dalam kandang. Kandang ayam ini sangat dekat dengan pintu belakang rumah. Orang tua saya memberi pakan ayam itu setiap pagi dan sore. Ketika ayah saya mau memberi pakan ayam-ayam itu (unconditional stimulus) maka ayam itu akan berlarian di dalam kandangnya (unconditional respon). Tetapi ketika pada pagi hari saya ke belakang rumah dan membuka pintu yang mengeluarkan bunyi dan memberi pakan pada ayam maka ayam itu juga berlarian di dalam kandang. Pada hari selanjutnya setiap kali ada bunyi pintu yang terbuka (conditional stimulus) maka ayam-ayam itu juga beralari di dalam kandangnya (conditional respon).(Neforius Halawa)

➤Belakangan ini sangat saya menyukai mie ayam yang lewat didepan kos-kosan. Penjual mie ayam (unconditional stimulus) tersebut berjualan dengan cara berkeliling dengan menggunakan gerobak dorong. Dan sebagai penanda, penjual mengeluarkan sebuah bunyi yang dihasilkan oleh ketukan mangkuk kaca dan sendok (conditioned stimulus). di saat-saat awal saya membeli mie ayam tersebut hanya ketika penjual mie ayam  itu telah berada hampir di depan rumah (unconditioned responses). Namun, lama kelamaan saya terbiasa dengan bunyi yang dikeluarkan oleh penjual itu. Dan akhirnya sekarang ini hanya dengan mendengar suaranya saja saya langsung berlari keluar rumah (conditioned Response) (Putri Ayuni )

2. Operant conditioning ( pengkondisian operan )

E. Thorndike

B.F. Skinner

Operant conditioning berpendapat  "belajar dimana konsekuensi dari perilaku mengarahkan pada perubahan probabilitas terjadinya perilaku".
Tokoh : Edward Thorndike, B.F. Skinner

contoh :

➤Saat saya berusia 5 tahun, jika saya berhasil puasa satu bulan penuh di bulan ramadhan maka saya akan mendapatkan uang sebagai imbalan. sekarang walaupun saya tidak mendapatkan uang sebagai imbalan, saya tetap berpuasa satu bulan penuh. (Hani Nur Yulianti)

➤Saya sangat gemar melukis hal apapun, alam, ruangan bahkan manusia. Tetapi saya selalu merasa tidak percaya diri dan tidak berani menunjukkan hasil lukisan saya. Sampai saat teman saya menemukan lukisan yang saya sembunyikan dan berkata bahwa lukisan saya bagus, kemudian hari saya menunjukkan lukisan saya pada teman yang lainnya dan mereka juga memuji lukisan saya dan sampai sekarang saya cukup percaya diri untuk menjual hasil lukisan saya yang meggambarkan wajah.(Putri Ayuni)

➤Sekitar 5 bulan yang lalu ketika saya masih menduduki semester 1, saya diberi arahan oleh orang tua saya agar saya jangan boros. Jadi, saya diberikan uang saku mingguan. Ayah saya berkata jika saya tidak boros dan di akhir semester saya memiliki sisa uang saku maka handphone saya akan diganti dengan yang baru. Pada akhirnya saya mencoba untuk tidak boros dan menyisakan uang saku saya. Kemudian ayah saya menepati janjinya dan mengganti handphone saya dengan yang baru. (Franisa M ketaren)

➤Saya masih mengingat jelas,ketika masih di sekolah dasar hampir setiap pulang sekolah saya dan kakak laki laki saya harus tidur siang tapi kami berdua selalu melanggar hingga suatu saat ayah akan menjanjikan kami nasi goreng buatannya dan itu berhasil membuat kami berdua jadi tidur siang. Tapi pernah suatu saat kami berdua malah memilih menonton televisi kami pun dimarahi ayah dan dilarang menonton televisi selama 3 hari. Akhirnya kami pun tidak pernah melanggar lagi.(Glory Sepsi Sinaga)

➤Seorang anak yang dulunya selalu mendapat peringkat, kemudian dia memperoleh nilai rapot yang menurun dan begitu juga dengan peringkatnya yang menurun. Kemudian orang tuanya menegurnya dan memberi anak itu nasehat, kemudian anak tersebut lebih giat belajar dan bisa kembali mendapat nilai ujian yang bagus, dan peringkat nya juga naik.(Wulan Azizah)

3. Cognitive (kognitif)
Albert Bandura

Cognitive berpendapat "belajar merupakan suatu peristiwa mental yang berhubungan dengan berpikir, perhatian, persepsi, pemecahan masalah dan kesadaran".

Tokoh : Albert Bandura

contoh :

➤Saat bermain game balap saya mencari cara agar bisa menjadi juara 1 yaitu mencari jalan potong.  (Hani Nur Yulianti)

➤Salah satu hobby saya adalah mendengarkan lagu. Jadi, pada saat saya mendengarkan lagu saya menikmati lagu tersebut dengan baik. Kemudian di lain waktu saya mendengarkannya lagi. Nah, kemudian di lain waktu lagi saya mendengarkan lagi itu dan tidak sengaja saya ikut bernyayi dan menyanyikan lagu itu dengan lirik yang pas. Disini saya tidak sengaja belajar mengingat lirik lagu tersebut dan ikut bernyanyi.(Franisa M Ketaren)

➤Sekitar kelas satu SD saya sering diajak saudara ayah saya ke pasar untuk membeli buah-buahan. Setiap kali kami ke pasar kami selalu berjalan kaki karena pasar tersebut tidak terlalu jauh. Kami selalu melewati jalan yang berbeda setiap pergi ke pasar, dan setiap pulang dari pasar maka saudara ayah saya akan pura-pura lupa sehingga dia membuat saya mengingat setiap jalan yang sudah kami lewati walaupun saya sering lupa jalannya. Ketika saya bilang bahwa saya lupa jalannya maka saudara ayah saya ini akan tersenyum dan kembali menunjukan jalan yang tepat.(Neforius Halawa)

➤Awal mula saya bermain rubik, berhari-haripun saya tidak dapat menyelesaikan tata letak warna rubik tersebut. Saya berlatih dan mempelajari teknik singkat agar dapat mempelajari rubik tersebut secara otodidak. Dan karena mempelajari dan menghafal langkah demi langkah teknik secara rutin hingga akhirnya  saya dapat menyelesaikan rubik hanya dalam hitungan menit. (Putri Wahyuni )

➤Saya mempunyai seorang adik kecil yang usianya beda jauh dari saya namaya adalah Jio. Ketika berumur 3 tahun Jio sangat suka menonton film Upin Ipin, ketika suatu saat di film  itu tentang menggosok gigi dan jika malas menggosok gigi, gigi nya akan berlubang dan sakit. Di episode itu juga ditunjukkan bagaimana Upin dan Ipin sedang menggosok gigi, adikku Jio pun langsung mengikutinya dan rajin menggosok gigi. Pada suatu saat ia juga mau menggambar atau melukis apa saja yang dilihatnya misalkan pesawat mainannya dan terkadang ia juaga mau membentu bentuk hewan dari tanah seperti pernah ia membentuk seekor buaya.(Glory Sepsi Sinaga)

Demikianlah penjelasan singkat dan contoh pembelajaran yang kami rangkum, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post saya selanjutnya ☺

sumber gambar : Google