Senin, 27 Maret 2017

BELAJAR




Apa yang disebut belajar dan yang bukan

Pembelajaran (learning) dapat didefinisikan sebagai pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir, yang diperoleh melalui pengalaman.
Tidak semua yang kita tahu itu diperoleh melalui belajar. Kita mewarisi beberapa kemampuan-kemampuan itu ada sejak lahir, tidak dipelajari. Misalnya, kita tidak harus diajari untuk menelan makanan, berteriak, atau berkedip saat silau.

Pendekatan untuk pembelajaran

➤Behavioral
Penekanan pada pengalaman, terutama penguatan dan hukuman, sebagai determinan dari pembelajaran dan perilaku.

 ➤Kognitif sosial
Penekanan pada interaksi factor perilaku, lingkungan, dan orang (kognitif) sebagai determinan pembelajaran.

➤Pemrosesan informasi
Penekanan pada bagaimana anak memproses informasi melalui perhatian (atensi), memori, pemikiran dan proses kognitif lainnya.

➤Konstruktivis kognitif
Penekanan pada konstruksi kognitif dari pengetahuan dan pemahan.

➤Konstruksivis sosial
Penekanan pada kolaborasi dengan orang lain untuk menghasilkan pengetahuan dan pemahaman.

PENDEKATAN BEHAVIORAL UNTUK PEMBELAJARAN

Pengkondisian klasik (Tokoh : ivan Pavlov)
Adalah tipe pembelajaran di mana suatu organisme belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. Dalam pengkondisian klasik, stimulus netral (seperti melihat seseorang) diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna (seperti makanan) dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan respons yang sama. Unconditioned stimulus (US) adalah sebuah stimulus yang secara otomatis menghasilkan respons tanpa ada pembelajaran terlebih dahulu. Unconditioned response (UR) adalah respons yang tidak dipelajari yang secara otomatis dihasilkan oleh US. Conditioned stimulus (CS) adalah stimulus yang sebelumnya netral yang akhirnya menghasilkan conditioned response setelah diasosiasikan dengan US. Conditioned response (CR) adalah respons yang dipelajari.



Pengkondisian klasik membantu kita memahami beberapa aspek pembelajaran dengan lebih baiik. Cara ini membantu menjelaskan bagaimana stimuli netral menjadi diasosiasikan dengan respons yang tak dipelajari dan sukarela.

Pengkondisian operan (Tokoh : B.F. Skinner dan E.L. Thorndike)
Hukum efek (law effect) thorndike menyatakan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil negative akan diperlemah.

Pengkondisian operan skinner
Penguatan (imbalan) (reinforcement) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Hukuman (Punishment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.
Dalam penguatan positif, frekuensi   respons meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung (rewarding). Sedangkan dalam penguatan negative, frekuensi respons meningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan (tidak menyenangkan).
Yang perlu diingat adalah, dalam penguatan positif ada sesuatu yang ditambahkan atau diperoleh, dalam penguatan negative ada sesuatu yang dikurangi atau dihilangkan dan penguatan negative meningkatkan probabilitas terjadinya suatu perilaku, sedangkan hukuman menurunkan probabilitas terjadinya perilaku.




PENDEKATAN KOGNITIF SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN

Teori kognitif sosial (Tokoh : Albert Bandura)
Menyatakan bahwa bahwa factor sosial dan kognitif, dan juga factor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran.
Perhatikan bagaimana model Bandura dalam kasus perilaku akademik murid sekolagh menengah yang kita sebut saja sebagai Nila.
·         Kognisi memengaruhi perilaku.
Nila menyususn strategi kognitif untuk berpikir secara lebih mendalam dan logis tentang cara menyelesaikan suatu masalah.
·         Perilaku memengaruhi kognisi.
Proses (perilaku) belajar nila membuatnya mendapat nilai baik, yang pada gilirannya menghasilkan ekspektasi positif tentang kemampuannya dan membuat dirinya percaya diri (kognisi).
·         Lingkungan memengaruhi perilaku.
Sekolah tempat nila belajar baru-baru ini mengembangkan program percontohan keterampilan-belajar untuk membantu murid belajar cara mengelola waktu.
·         Perilaku memngaruhi lingkungan.
Program keterampilan-belajar ini berhasil meningkatkan perilaku akademik banyak murid di kelas nila.
·         Kognisi memengaruhi lingkungan.
Ekspektasi dan perencanaan dari kepala sekolah dan para guru memungkinkan program keterampilan-belajar itu terwujud.
·         Lingkungan memengaruhi kognisi.
Sekolah tersebut mendirikan usat sumber daya dimana murid dn orang tua dapat mencari buku dan materi tentang peningkatan keterampilan belajar. Layanan ini meningkatkan keteerampilan berpikir nila.




Pembelajaran observasional

Pembelajaran observasional juga dinamakan imitasi atau modeling, adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.

Model pembelajaran observasional kontemporer bandura
Memiliki proses sebagai berikut :
·        Atensi.
Sebelum murid dapat meniru tindakan model, mereka harus memerhatikan apa yang dilakukan atau dikatakan si model. Atensi pada model dipengaruhi beberapa karakteristik. Misalnya orang yang ramah dan hangat akan lebih diperhatikan ketimbang orang yang dingin dan kaku.
·        Retensi.
Untuk memproduksi tindakan model, murid harus mengodekan informasi dan menyimpannya dalam ingatan (memori) sehingga informasi itu bisa diambil kembali.
·         Produksi.
Anak mungkin memerhatikan model dan mengingat apa yang mereka lihat, tetapi, karena keterbatasan dalam kemampuan geraknya, mereka tidak bisa mereproduksi perilaku model. Belajar dan berlatih serta berusaha dapat membantu untuk meningkatkan kinerja motor mereka.
·         Motivasi.
Sering kali anak memperhatiikan apa yang dikatakan atau dilakukan model, menyimpan informasi dalam memori, dan memiliki kemampuan gerak untuk meniru tindakan model, namun tidak termotivasi untuk melakukannya.

Pendekatan perilaku kognitif dan regulasi diri

Pendekatan perilaku kognitif, penekanannya adalah untuk membuat murid memonitor, mengelola dan mengatur perilaku mereka sendiri, bukan mengontrol mereka melalui factor eksternal. Dan berusaha mengubah miskondepsi murid, memperkuat keahlian mereka dalam menangani sesuatu, meningkatkan control diri, dan mendorong refleksi diri yang konstruktif.

Metode instruksi-diri (self-instructional method) adalah sebuah teknik pguna mengajari individu untuk memodifikasi perilaku mereka sendiri. Metode ini membantu orang mengubah apa yang anggapan mereka tentang diri mereka sendiri.
Bayangkan sebuah situasi dimana murid sekolah menengah atas sangat gugup saat akan menempuh ujian standar, misalnya UN. Murid itu bisa diajak untuk berbicara kepada dirinya sendiri secara positif.

Pembelajaran regulasi diri adalah memunculkan dan memonitor sendiri pikiran, perasaan, dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan yang dapat berupa tujuan akademik atau tujuan sosioemosional. Guru, mentor, konselor, dan orangtua dapat membantu murid agar menjadi pembelajar regulasi diri.


sumber :
Santrock, J.W. 2007. Psikologi Pendidikan (edisi kedua). (Penerj. Tri Wibowo B.S).
Jakarta: Kencana.

semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post saya selanjutnya ☺

Sabtu, 18 Maret 2017

Pendidikan dan Tahap Perkembangan


Tahap perkembangan manusia dikaitkan dengan pendidikan. Perbedaan antara tk, sd, smp, sma, sampai perguruan tinggi.

Perkembangan anak sampai Remaja:

  1. MASA BAYI (0 – 2 tahun

Perkembangan Piaget : Tahap Sensori motorik
Kondisi Fisik dan panca indera berkembang cepat
Bayi membangun pemahaman tentang membangun dunia, dengan mengordinasikan pengalaman sensoris tindakan Fisik.
Implikasi yang dapat dilakukan adalah Menunjukkan kepada seorang bayi sebuah mainan yang menarik dan mengoyang goyangkan nya dihadapan si Bayi atau bisa menyembunyikan nya dibawah selimut dan biasanya bayi yang sudah mulai bisa merangkak akan berusaha mencari dan menyibakkan selimut tersebut.
Dari kognisi sensori motirik yang melibatkan kemampuan untuk menata dan mengoordinasi sensasi dengan gerakan fisik serta mengikutsertakan kesadaran akan objek yang kita berikan kepada si bayi.

  1. MASA KANAK-KANAK AWAL (2 – 6  tahun)

Masa negative (Trot Zalter)
Masa bermain :  occupied play, onlooker play, selftary dependent play , pararel play, associative Play , Cooperative play
Masa Meniru
Masa eksplorasi (rasa ingin tahu yang tinggi)
Tahap Piaget : Tahap praoperasional
-Belajar menggunakan bahasa
-cara berpikir egosentris
Tahap 1: Hukuman
Tahap 2: Ganjaran

Implikasi yang dapat di lakukan adalah Dengan membiarkan si anak bermain dan mengeksplorasi.
Di dalam bermain anak memiliki nilai kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang ia rasakan dan pikirkan. Dengan bermain, anak sebenarnya sedang mempraktekkan keterampilan dan anak mendapatkan kepuasan dalam bermain, yang berarti mengembangkan dirinya sendiri. Dalam bermain, anak dapat mengembangkan otot kasar dan halus, meningkatkan penalaran, dan memahami keberanaan lingkungannya, membentuk daya imajinasi, daya fantasi, dan kreativitas.
Merupakan ciri periode pra operasional yang ditemukan pada usia 2-7 tahun ditandai dengan bermain khayal dan bermain pura-pura. Pada masa ini anak lebih banyak bertanya dan menjawab pertanyaan, mencoba berbagai hal berkaitan dengan konsep angka, ruang, kuantitas dan sebagainya . Seringkali anak hanya sekedar bertanya, tidak terlalu memperdulikan jawaban yang diberikan dan walaupun sudah dijawab anak akan bertanya terus. Anak sudah menggunakan berbagai simbol atau representasi benda lain. Misalnya sapu sebagai kuda-kudaan, sobekan kertas sebagai uang dan lain-lain. Bermain simbolik juga berfungsi untuk mengasimilasikan dan mengkonsolidasikan pengalaman emosional anak. Setiap hal yang berkesan bagi anak akan dilakukan kembali dalam kegiatan bermain nya.
Dapat disimpulkan bahwa anak usia dini adalah anak yang berusia 2 – 6 tahun, yang berada pada tahap perkembangan awal masa kanak-kanak, yang memiliki karakteristik berpikir konkrit, realisme, sederhana, animism, sentrasi, dan memiliki daya imajinasi yang kaya.

  1. MASA KANAK-KANAK AKHIR

- Sejak 6 tahun sampai matang secara seksual (setara dengan usia tingkat sd)
- Pengaruh teman mulai dominan
- Mampu berpikir logis tentang objek dan kejadian
- Menguasai konvensi jumlah dan berat
- Mampu mengklarifikasikan objek
- Tingkat perkembangan Moral : Konvensional
Tahap 3 : Orientasi "Goodboy /girl
Tahap 4 : Orientasi otoritas
Menurut Erikson : Tahap industry vs inferiority ( rendah diri)
Tahap piaget : Tahap konkret operasional

Implikasi yang dapat di berikan adalah di dalam permainan
Pada usia 8-11 tahun anak lebih banyak terlibat dalam kegiatangames with rules dimana kegiatan anak lebih banyak dikendalikan oleh peraturan
Mengajarkan sang anak untuk bersikap lebih sportif , jujur , dan melatih fisik sang anak.
Usia rata-rata anak Indonesia saat masuk sekolah dasar adalah 6 tahun dari selesai pada usia 12 tahun. Kalau mengacu pada pembagian tahapan perkembangan anak, berarti anak usia sekolah berada dalam dua masa perkembangan, yaitu masa kanak-kanak tengah (6-9 tahun), dan masa kanak-kanak akhir (10-12 tahun).Anak-anak usia sekolah ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih muda. Ia senang bermain, senang melakukan sesuatu secara langsung. Oleh sebab itu, guru hendaknya mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan, mengusahakan siswa berpindah atau bergerak, bekerja atau belajar dalam kelompok, serta memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembelajaran. 
Menurut Havighurst, tugas perkembangan anak usia sekolah dasar meliputi:
a. Menguasai keterampilan fisik yang perkembangan anak usia dalam permainan dan aktivitas fisik.
b. Membina hidup sehat.
c. Belajar bergaul dan bekerja dalam kelompok.
d. Belajar menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin.
e. Belajar membaca, menulis, dan berhitung agar mampu berpartisipasi dalam masyarakat.
f. Memperoleh sejumlah konsep yang diperlukan untuk berpikir efektif.
g. Mengembangkan kata hati, moral dan nilai-nilaih.Mencapai kemandirian pribadi.
Dalam upaya mencapai setiap tugas perkembangan tersebut, guru dituntut untuk memberikan bantuan berupa:
a. Menciptakan lingkungan teman sebaya yang mengajarkan keterampilan fisik.
b. Melaksanakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar bergaul dan bekerja dengan teman sebaya, sehingga kepribadian sosial nya berkembang.
c. Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman yang konkret atau langsungdalam membangun konsep.
d. Melaksanakan pembelajaran yang dapat mengembangkan nilai-nilai, sehingga siswa mampu menentukanpilihan yang stabil dan menjadi pegangan bagi dirinya. Pendidikan di SD merupakan jenjang pendidikan yang mempunyai peranan sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

  1. MASA REMAJA (ADOLESENCE)

Mulai usia 11 atau 12 sampai 18 atau 24 tahun
Perkembangan Fisik : Mengarah ke bentuk orang dewasa
Perkembangan Seksual : Mulai aktifnya hormon seksual "Heteroseksual " Tertarik pada lawan   jenis
Perkembangan Emosional : Emosi tidak stabil berubah-ubah, Mudah meledak
Perkembangan Kognitif   : Tahap Formal operasional
- Mampu berpikir logis secara abstral
- Menaruh perhatian tentang masa depan konsep ideologis dan membuat hipotesis pola pikir cenderung Egosentris
- Perkembangan identitas diri Identity Vs Role consfusional
-  Timbul pertanyaan siapa saya
- Ingin diakui dan cenderung mengikuti idola
- Perkembangan Moral "Kebanyakan tingkat konvensional namun sebagian sudah past konvensional
Tahap 5 : Orientasi kontak sosial
Tahap 6 : Orientasi asas etis
Implikasi yang dapat diberikan di bidang pendidikan adalah
Pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori – teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain.
Melihat masa remaja sangat potensial dan dapat berkembangke arah positif  maupun negatif maka intervensi edukatif dalam bentuk pendidikan, bimbingan, maupun pendampingan sangat diperlukan untuk mengarahkan perkembangan potensi remaja tersebut agar berkembang ke arah positif dan produktif. Rekomendasi : 
➜Masa remaja merupakan masa dimana individu mencari identitas atau jati dirinya, dalam fase ini remaja mengalami kesulitan dalam menjalani perkembangan sosialnya, agar remaja tidak terjerumus kedalam lingkungan sosial yang menyimpang, oleh sebab itu peran guru dan orang tua menjadi sangat penting dalam membantu remaja mengatasi hambatan- hambatan nya dalam kehidupan sosial nya.
➜Memberikan pelajaran tentang seks..
➜Memberikan ruang untuk anak remaja dalam mengembangkan bakat.
➜Dan mendapat pola pengawasan yang baik dari orang tua.


sumber  gambar: google 

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post selanjuutnnyaa ☺


Senin, 06 Maret 2017

Power Point Bab 12 Psikologi Pendidikan


Ini adalah Power Point kelompok 3 yang membahas tentang Perencanaan, Instruksi, dan Teknologi pada Psikologi Pendidikan.
Anggota - anggota pada kelompok 3 terdiri dari :
Ramadani Barus (16-007)
Wulan Azizah (16-012)
Hani Nur Yulianti (16-019)
Putri Ayuni (16-035)
Neforius Halawa (16-058)
Franisa M Ketaren (16 -060)
Glory Sepsi Sinaga (16-078)
Semoga Bermanfaat, dan sampai jumpa di postingan saya selanjutnya☺

Sabtu, 04 Maret 2017

Contoh pembelajaran classical conditioning, operant conditioning, dan cognitive


Belajar adalah "perubahan perilaku yang relatif permanen yang dibentuk melalui pengalaman" dan tidak semua perubahan perilaku merupakan hasil belajar serta perubahan perilaku yang dikarenakan obat, kelelahan, maturasi, dan luka BUKAN belajar.
Berikut ini adalah 3 tipe pembelajaran dan contohnya yang telah kelompok 3 rangkum dalam tugas Psikologi Pendidikan dengan anggota sebagai berikut:

⧪ Ramadani Barus (16-007)
⧪  Wulan Azizah (16-012)
⧪   Hani Nur Yulianti (16-019)
⧪  Putri Ayuni (16-035)
⧪  Neforius Halawa (16-058)
⧪  Franisa M Ketaren (16 -060)
⧪  Glory Sepsi Sinaga (16-078)


Ada 3 tipe pembelajaran yaitu :

1. Classical conditioning (pengkondisian klasik) 
Ivan Pavlov 

Classical conditioning berpendapat "suatu bentuk belajar dimana stimulus netral (CS) di pasangkan dengan stimulus alamiah (UCS)".
Tokoh : Ivan Pavlov

contoh :

➤Dulu saya pernah mendengar decitan ban mobil dari sebuah kecelakaan dan saya merinding. Namun sekarang ketika saya hanya mendengar decitan ban saja saya merasa merinding. (Hani Nur Yulianti)

➤Setiap pagi mama selalu berlangganan dengan tukan sayur. Si tukang sayur selalu naik sepeda motor. Pada hari hari pertama kali ,bapak tukang sayur selalu parkir tepat didepan rumah dengan suara khas motornya dan kemudian membunyikan klakson yang membuat mama keluar dari rumah untuk membeli sayur.Tapi hari hari berikutnya mendengar suara motornya si tukang sayur saja mama langsung keluar membeli tanpa si tukang sayur membunyikan klakson. UCS =klakson CS = suara motor   UCR dan CR = mama keluar rumah (Glory Sepsi Sinaga)

➤Sekitar 5 tahun yang lalu ayah saya membeli motor yang khusus buat ke kantor dan ke ladang saja karna berhubung kantor ayah saya dekat dengan rumah tempat kami tinggal (kira-kira 300 meter dari rumah). Jadi ayah saya membeli motor yang sudah model lama dan suaranya memang khas sekali. Jadi ketika ayah saya pulang kerja kami selalu membukakan pintu belakang untuknya. Kemudian ayah saya menggunakan motor barunya tersebut dengan suara yang khas kemudian setelah sampai dibelakang ia membunyikan klakson motor sebagai tanda minta dibukakan pintu. Nah kejadian ini berulang sampai beberapa kali. Namun, setelah beberapa kali melakukan hal itu pas akhirnya ayah tidak menggunakan klakson lagi karna takut mengganggu. Kemudian karna ayah tidak menggunakan klakson lagi dan saya pun terbiasa dengan suara motor ayah saya. Jadi, saya belajar untuk mengenal suara motor ayah saya dan langsung membuka pintu tanpa adanya tanda bunyi klakson. (Franisa M Ketaren )

➤Pada waktu saya masih di sekolah dasar, kami memelihara ayam kampung yang kami tempatkan di dalam kandang. Kandang ayam ini sangat dekat dengan pintu belakang rumah. Orang tua saya memberi pakan ayam itu setiap pagi dan sore. Ketika ayah saya mau memberi pakan ayam-ayam itu (unconditional stimulus) maka ayam itu akan berlarian di dalam kandangnya (unconditional respon). Tetapi ketika pada pagi hari saya ke belakang rumah dan membuka pintu yang mengeluarkan bunyi dan memberi pakan pada ayam maka ayam itu juga berlarian di dalam kandang. Pada hari selanjutnya setiap kali ada bunyi pintu yang terbuka (conditional stimulus) maka ayam-ayam itu juga beralari di dalam kandangnya (conditional respon).(Neforius Halawa)

➤Belakangan ini sangat saya menyukai mie ayam yang lewat didepan kos-kosan. Penjual mie ayam (unconditional stimulus) tersebut berjualan dengan cara berkeliling dengan menggunakan gerobak dorong. Dan sebagai penanda, penjual mengeluarkan sebuah bunyi yang dihasilkan oleh ketukan mangkuk kaca dan sendok (conditioned stimulus). di saat-saat awal saya membeli mie ayam tersebut hanya ketika penjual mie ayam  itu telah berada hampir di depan rumah (unconditioned responses). Namun, lama kelamaan saya terbiasa dengan bunyi yang dikeluarkan oleh penjual itu. Dan akhirnya sekarang ini hanya dengan mendengar suaranya saja saya langsung berlari keluar rumah (conditioned Response) (Putri Ayuni )

2. Operant conditioning ( pengkondisian operan )

E. Thorndike

B.F. Skinner

Operant conditioning berpendapat  "belajar dimana konsekuensi dari perilaku mengarahkan pada perubahan probabilitas terjadinya perilaku".
Tokoh : Edward Thorndike, B.F. Skinner

contoh :

➤Saat saya berusia 5 tahun, jika saya berhasil puasa satu bulan penuh di bulan ramadhan maka saya akan mendapatkan uang sebagai imbalan. sekarang walaupun saya tidak mendapatkan uang sebagai imbalan, saya tetap berpuasa satu bulan penuh. (Hani Nur Yulianti)

➤Saya sangat gemar melukis hal apapun, alam, ruangan bahkan manusia. Tetapi saya selalu merasa tidak percaya diri dan tidak berani menunjukkan hasil lukisan saya. Sampai saat teman saya menemukan lukisan yang saya sembunyikan dan berkata bahwa lukisan saya bagus, kemudian hari saya menunjukkan lukisan saya pada teman yang lainnya dan mereka juga memuji lukisan saya dan sampai sekarang saya cukup percaya diri untuk menjual hasil lukisan saya yang meggambarkan wajah.(Putri Ayuni)

➤Sekitar 5 bulan yang lalu ketika saya masih menduduki semester 1, saya diberi arahan oleh orang tua saya agar saya jangan boros. Jadi, saya diberikan uang saku mingguan. Ayah saya berkata jika saya tidak boros dan di akhir semester saya memiliki sisa uang saku maka handphone saya akan diganti dengan yang baru. Pada akhirnya saya mencoba untuk tidak boros dan menyisakan uang saku saya. Kemudian ayah saya menepati janjinya dan mengganti handphone saya dengan yang baru. (Franisa M ketaren)

➤Saya masih mengingat jelas,ketika masih di sekolah dasar hampir setiap pulang sekolah saya dan kakak laki laki saya harus tidur siang tapi kami berdua selalu melanggar hingga suatu saat ayah akan menjanjikan kami nasi goreng buatannya dan itu berhasil membuat kami berdua jadi tidur siang. Tapi pernah suatu saat kami berdua malah memilih menonton televisi kami pun dimarahi ayah dan dilarang menonton televisi selama 3 hari. Akhirnya kami pun tidak pernah melanggar lagi.(Glory Sepsi Sinaga)

➤Seorang anak yang dulunya selalu mendapat peringkat, kemudian dia memperoleh nilai rapot yang menurun dan begitu juga dengan peringkatnya yang menurun. Kemudian orang tuanya menegurnya dan memberi anak itu nasehat, kemudian anak tersebut lebih giat belajar dan bisa kembali mendapat nilai ujian yang bagus, dan peringkat nya juga naik.(Wulan Azizah)

3. Cognitive (kognitif)
Albert Bandura

Cognitive berpendapat "belajar merupakan suatu peristiwa mental yang berhubungan dengan berpikir, perhatian, persepsi, pemecahan masalah dan kesadaran".

Tokoh : Albert Bandura

contoh :

➤Saat bermain game balap saya mencari cara agar bisa menjadi juara 1 yaitu mencari jalan potong.  (Hani Nur Yulianti)

➤Salah satu hobby saya adalah mendengarkan lagu. Jadi, pada saat saya mendengarkan lagu saya menikmati lagu tersebut dengan baik. Kemudian di lain waktu saya mendengarkannya lagi. Nah, kemudian di lain waktu lagi saya mendengarkan lagi itu dan tidak sengaja saya ikut bernyayi dan menyanyikan lagu itu dengan lirik yang pas. Disini saya tidak sengaja belajar mengingat lirik lagu tersebut dan ikut bernyanyi.(Franisa M Ketaren)

➤Sekitar kelas satu SD saya sering diajak saudara ayah saya ke pasar untuk membeli buah-buahan. Setiap kali kami ke pasar kami selalu berjalan kaki karena pasar tersebut tidak terlalu jauh. Kami selalu melewati jalan yang berbeda setiap pergi ke pasar, dan setiap pulang dari pasar maka saudara ayah saya akan pura-pura lupa sehingga dia membuat saya mengingat setiap jalan yang sudah kami lewati walaupun saya sering lupa jalannya. Ketika saya bilang bahwa saya lupa jalannya maka saudara ayah saya ini akan tersenyum dan kembali menunjukan jalan yang tepat.(Neforius Halawa)

➤Awal mula saya bermain rubik, berhari-haripun saya tidak dapat menyelesaikan tata letak warna rubik tersebut. Saya berlatih dan mempelajari teknik singkat agar dapat mempelajari rubik tersebut secara otodidak. Dan karena mempelajari dan menghafal langkah demi langkah teknik secara rutin hingga akhirnya  saya dapat menyelesaikan rubik hanya dalam hitungan menit. (Putri Wahyuni )

➤Saya mempunyai seorang adik kecil yang usianya beda jauh dari saya namaya adalah Jio. Ketika berumur 3 tahun Jio sangat suka menonton film Upin Ipin, ketika suatu saat di film  itu tentang menggosok gigi dan jika malas menggosok gigi, gigi nya akan berlubang dan sakit. Di episode itu juga ditunjukkan bagaimana Upin dan Ipin sedang menggosok gigi, adikku Jio pun langsung mengikutinya dan rajin menggosok gigi. Pada suatu saat ia juga mau menggambar atau melukis apa saja yang dilihatnya misalkan pesawat mainannya dan terkadang ia juaga mau membentu bentuk hewan dari tanah seperti pernah ia membentuk seekor buaya.(Glory Sepsi Sinaga)

Demikianlah penjelasan singkat dan contoh pembelajaran yang kami rangkum, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di post saya selanjutnya ☺

sumber gambar : Google


Kamis, 01 Desember 2016

Rumah Kenangan

haiii haiii

Kali ini saya akan membahas tentang "Rumah Kenangan"
bukan tentang mantan ataupun kenangan yang bikin air mata menetes.
tapi "rumah kenangan " ini maksudnya adalah rumah yang banyak kenangan tentang masa kecil saya.
rumah yang saya maksud adalah rumah uwek saya.berhubung saya suku jawa maka "uwek" adalah sebutan untuk nenek dan kakek dari papa saya. dulu kakek saya akan saya panggil uwek lanang dan nenek saya uwek wedok. karena uwek lanang saya sudah meninggal maka saya memanggil nenek saya dengan sebutan uwek saja.

Rumah uwek terletak di Langkat tepatnya di Stabat di desa Pasar Gunung.
naahh dari Medan, rumah uwek nggak terlalu jauh dan memakan waktu hanya sekitar 2 jam an.

Pemandangannya cukup mengagumkan. dari melewati tebu-tebu hingga pepohonan sawit. dan yang membuat nyaman adalah jalanan yang sudah ber aspal. walaupun tidak seluruhnya.





selanjutnya rumah uwek saya termasuk bangunan yang masih dipertahankan sejak dulu. yang diperbaiki hanya sedikit saja. seperti jendela dan dinding pembatas yang masih ada hingga sekarang.





dan inilah "Rumah Kenangan" jika dilihat dari Google Street






sampai jumpa di lain waktu ❤

sumber foto : saya dan google street ✌

Saya dan Kampus saya

Halo holaa semua nyaaa

Kali ini saya akan menceritakan tentang saya dan kampus saya.
biasanya ketika ada kelas pagi (pukul 08.00). Dikarenakan saya menggunakan kendaraan umum saya akan berangkat pada pukul 06.30 pagi dan akan sampai kampus pada sekitar pukul 07.00 atau 07.15. 

Namun seperti yang kita semua ketahui, jalan Jamin Ginting di pagi hari sama saja dengan jalanan di masa mudik. Apalagi para pengemudi kendaraan umum dengan klakson nya yang nyaring juga tidak mau mengalah dapat membuat mood menjadi tambah buruk. Jika anda sial mungkin anda bisa terjebak macet selama lebih dari 30 menit hanya di sekitar lampu merah perempatan Jamin Ginting. 

Tetapi kampus dipagi hari adalah tempat yang menyenangkan. Jika anda tiba pada sekitar pukul 07.00 pagi maka kampus masih dalam keadaan sepi. Udara nya masih sejuk dan langitnya terlihat indah dengan awan yang bergerak perlahan. 

Fakultas saya terletak tepat di sebrang Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara yaitu Fakultas Psikologi. Karena saya masih pada semester 1 maka kelas saya berada pada lantai 3 di gedung B. Dan kelas yang sering saya tempati adalah kelas B.3.1. Ruang pertama pada tingkat ketiga gedung B. 
Jika saya beruntung saya dapat mengambil tempat duduk favorit saya  di baris ketiga atau keempat di dekat jendela. Maka pemandangajn yang akan saya dapatkan 




cukup mengesankan bukan? inilah pemandangan yang saya lihat setiap pagi nya. semacam moodbooster / penyemangat bagi saya yang menggilai awan dan pemandangan.
dan ini adalah pemandangan dari luar kelas. 




sedangkan ini adalah pemandangan  yang dapat kita lihat dari gedung C




nah mungkin ini saja yang dapat saya tulis saat ini tentang saya kampus saya. sampai jumpa di lain waktu ❤

sumber foto : saya sendiri  ✌

dan jika sempat, silahkan mampir ke blog teman saya ☺

∷   fadillah

∷    fikri

∷    aini


Panduan membuat grafik/chart pada microsoft excel

Membuat sebuah grafik di kertas  sebenarnya sudah sering kita lakukan di kehidupan sehari-hari. Seperti grafik untuk hasil penjualan ataupun grafik rata rata nilai ujian.  Tetapi bagaimana jika kita membuat grafik dari Microsoft excel? Mungkin beberapa dari kita tidak tau cara membuatnya. Nah kali ini saya akan menjelaskan secara singkat bagaimana cara membuat grafik di Microsoft excel.


⧪ Pertama kita harus membuka Microsoft excel terlebih dahulu. Dan akan muncul worksheet kosong seperti ini





-          ⧪ Kemudian kita ketik  data yang ingin kita buat grafik / chart





            ⧪ Contohnya jika kita ingin mengetahui nilai rata-rata dari kelas mana yang lebih tinggi. Maka kita blok data yang ingin kita buat grafik / chart








            ⧪    Klik menu insert






            ⧪ Kemudian pilih model chart yang kita inginkan. Contohnya column. Maka klik column. Dan pilih model colum yang kita suka.





      ⧪   Dan grafik / chart sudah jadi. Jika kita ingin mengubah tipe nya atau kita ingin mengedit chart kita. Klik menu design dan edit sesuai keinginan kita.




-         ⧪ Atau kita bisa klik kanan pada mouse kita. Jika ingin chart kita terlihat lebih jelas. Kita dapat klik pada select data. Kemudian switch row/column. Kemudian klik ok.




           ⧪ Kemudian kita bisa mengganti layout chart kita dengan memilih model layout pada chart layouts di menu design.  



Jika anda kesulitan memahami penjelasan saya, anda dapat melihat video ini sebagai panduan.




Sekian penjelasan saya tentang cara membuat grafik/chart pada Microsoft excel. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ❤